MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

POLITIK

07 Juli 2026,    10:08 WIB

DPRD Bangli Dorong Solusi Komprehensif Atasi Masalah Lalat di Kintamani


Jro Budi

DPRD Bangli Dorong Solusi Komprehensif Atasi Masalah Lalat di Kintamani

Istimewa

Bangli-Mediaindonesianews.com: Ketua DPRD Kabupaten Bangli, I Ketut Suastika, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli segera menghadirkan solusi komprehensif untuk mengatasi persoalan maraknya lalat di kawasan Kintamani. Menurutnya, penanganan masalah tersebut harus mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan sektor pertanian dan pariwisata.

Pernyataan itu disampaikan Suastika setelah memperoleh penjelasan bahwa Pemkab Bangli tengah melakukan kajian dan serangkaian diskusi guna mencari solusi atas persoalan yang rutin terjadi setiap tahun tersebut.

"Masalah lalat di Kintamani adalah isu yang tidak bisa kita anggap sepele. Selain berdampak pada kesehatan dan kebersihan masyarakat, hal ini juga dapat memengaruhi citra destinasi wisata kita yang menjadi salah satu penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ujar Suastika usai rapat paripurna di Kantor DPRD Bangli, Senin (29/6).

Ia mengatakan, berdasarkan penjelasan Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar penggunaan pupuk kandang mentah menjadi salah satu faktor utama penyebab meningkatnya populasi lalat di kawasan Kintamani.

Karena itu, menurut Suastika, penyelesaian persoalan tidak cukup hanya melalui penanganan sesaat, tetapi harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, dan kelompok petani.

"Kita paham bahwa sebagian besar petani masih mengandalkan pupuk kandang mentah karena dipercaya dapat menghasilkan hasil pertanian yang lebih melimpah. Namun, pola pikir tersebut perlu diubah melalui pendekatan yang tepat serta penyediaan alternatif yang sesuai dengan kebutuhan petani," katanya.

DPRD Bangli, lanjut Suastika, siap mendukung langkah pemerintah daerah yang saat ini tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan solusi. Salah satu opsi yang dibahas ialah penyediaan mesin pengolah pupuk kandang agar limbah ternak dapat diolah sebelum digunakan di lahan pertanian.

Ia menegaskan DPRD juga akan mengawal pengalokasian anggaran untuk pengadaan mesin pengolah pupuk maupun program sosialisasi kepada masyarakat agar pelaksanaannya berjalan transparan dan tepat sasaran.

"Kami akan memastikan setiap kebijakan yang diambil tidak merugikan salah satu sektor. Pertanian dan pariwisata harus dapat berkembang secara beriringan karena keduanya merupakan penopang perekonomian masyarakat Bangli," tegasnya.

Suastika mengakui perubahan perilaku masyarakat tidak dapat dilakukan secara instan. Namun, ia optimistis melalui kolaborasi lintas sektor dan komitmen pemerintah daerah, persoalan lalat di Kintamani dapat ditangani secara berkelanjutan sehingga mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus mempertahankan daya tarik pariwisata daerah.(JB)