POLITIK
Istimewa
Bangli-Mediaindonesianews.com: Penurunan volume pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Landih sebesar 3 ton per hari mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Bangli. Komisi I DPRD mengapresiasi capaian tersebut, namun meminta pemerintah daerah memastikan validitas data yang dilaporkan.
Ketua Komisi I DPRD Bangli, Satria Yudha, mengatakan persoalan sampah menjadi isu krusial seiring meningkatnya produksi sampah akibat aktivitas masyarakat, pertumbuhan penduduk, dan perkembangan sektor industri.
“Kapasitas TPA terbatas, sehingga penanganan sampah harus dilakukan secara serius, terencana, dan profesional agar tidak menimbulkan persoalan lebih besar di kemudian hari,” ujarnya kepada awak media, Jumat (17/4).
Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk terus meningkatkan inovasi pengelolaan sampah, termasuk memperkuat kolaborasi dengan bank sampah dan Tempat Pengelolaan Sampah 3R (TPS3R).
Menurutnya, optimalisasi TPS3R menjadi kunci dalam mengurangi beban TPA. Namun, ia menilai hingga saat ini peran fasilitas tersebut belum berjalan maksimal dan perlu segera ditingkatkan.
Dalam kesempatan itu, Satria Yudha juga memberikan apresiasi atas laporan penurunan volume sampah yang dikirim ke TPA Landih, dengan catatan data tersebut telah melalui proses verifikasi yang akurat.
“Jika benar terjadi penurunan signifikan, tentu patut diapresiasi. Ini menunjukkan pengelolaan sampah berbasis sumber mulai berjalan,” katanya.
Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Bangli, I Putu Ganda Wijaya, menjelaskan bahwa volume sampah yang dikirim ke TPA mengalami penurunan dari 74 ton per hari menjadi 71 ton per hari.
“Penurunan sebesar 3 ton per hari sesuai dengan data yang kami catat dari sampah yang diangkut petugas setiap hari,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun sampah yang masuk ke TPA masih didominasi oleh sampah organik, terjadi perubahan komposisi karena sebagian telah diolah di tingkat sumber.
“Sampah organik yang masuk ke TPA berkurang, sementara sampah residu meningkat karena proses pengolahan di sumber sudah mulai berjalan,” ujarnya.
DLH menargetkan ke depan hanya sampah residu yang akan dibuang ke TPA, setelah sampah organik dan anorganik selesai dikelola di tingkat masyarakat.
Untuk mendukung upaya tersebut, DLH Kabupaten Bangli juga membentuk tim Komunikasi, Informasi, dan Edukasi pada 2026. Tim ini melibatkan unsur internal pemerintah, tokoh masyarakat, hingga pemerhati pariwisata untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber. (JroBudi).