POLITIK
Istimewa
Bangli-Mediaindonesianews.com: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangli mengambil peran aktif dalam memediasi konflik penutupan akses jalan usaha tani di Desa Adat Tegallalang yang telah berlangsung cukup lama dan memicu keresahan warga.
Puluhan warga mendatangi kantor DPRD Bangli pada Senin (06/04) untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan penutupan jalan oleh seorang warga berinisial INS yang membangun tembok di depan rumahnya. Akses tersebut sebelumnya dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas pertanian.
Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika menegaskan bahwa lembaganya akan hadir sebagai mediator guna menjembatani kepentingan kedua belah pihak. Ia menilai, konflik yang berlarut tanpa penyelesaian berpotensi menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.
“Persoalan ini sudah berlangsung cukup lama. DPRD tidak ingin masalah ini terus berlarut tanpa solusi nyata. Kami akan memfasilitasi kedua pihak untuk duduk bersama mencari jalan keluar terbaik,” ujarnya.
Menurutnya, penyelesaian melalui jalur mediasi menjadi langkah penting untuk mencegah eskalasi konflik di tengah masyarakat. DPRD Bangli bersama pemerintah daerah akan mengupayakan dialog terbuka dengan melibatkan seluruh pihak terkait.
Sementara itu, perwakilan warga Desa Adat Tegallalang, Sang Ketut Rencana, menyebut pihaknya sengaja menyerahkan persoalan ini kepada DPRD sebagai bentuk kepercayaan terhadap lembaga perwakilan rakyat dalam menyelesaikan konflik secara adil.
“Kami ingin masalah ini diselesaikan secara baik tanpa menimbulkan gejolak. Karena itu kami datang ke DPRD agar difasilitasi penyelesaiannya,” katanya.
DPRD Bangli berencana menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil pihak terkait, termasuk pemerintah desa dan pihak yang bersengketa, guna memastikan solusi yang dihasilkan dapat diterima semua pihak serta mengembalikan fungsi akses jalan usaha tani bagi masyarakat. (JroBudi)