POLITIK
istimewa
Bangli-Mediaindonesianews.com: Jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangli menyoroti anjloknya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangli pada tahun 2025. Dewan meminta Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Bangli (BRIDA) segera melakukan riset untuk mengidentifikasi penyebab turunnya penerimaan daerah tersebut.
Hal itu terungkap dalam rapat kerja DPRD yang dipimpin Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika pada Selasa (3/3). Rapat tersebut dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli, Badan Keuangan dan Pendapatan Aset Daerah Kabupaten Bangli (BKPAD), serta OPD terkait lainnya.
Usai rapat, Suastika menegaskan bahwa kondisi keuangan daerah sangat bergantung pada optimalisasi pendapatan daerah. Ia mengingatkan agar penurunan realisasi PAD yang terjadi pada tahun sebelumnya tidak kembali terulang pada tahun ini.
Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi sementara, tren target pendapatan bulanan dari Januari hingga Februari 2026 justru menunjukkan penurunan. Karena itu, BRIDA diminta segera melakukan penelitian untuk mengidentifikasi potensi kebocoran maupun kendala dalam pengelolaan pendapatan daerah.
“BRIDA harus melakukan penelitian dan riset secepatnya dengan melibatkan stakeholder terkait. Cari tahu di mana potensi kebocoran dan bagaimana solusinya, sehingga capaian PAD bisa sesuai target,” ujar Suastika.
Selain itu, DPRD Bangli juga berencana melakukan uji petik terhadap realisasi retribusi di kawasan wisata Penelokan Kintamani, yang pada tahun lalu tercatat mengalami penurunan signifikan.
DPRD menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan situasi di lapangan yang masih ramai oleh kunjungan wisatawan, termasuk bus-bus pariwisata yang masuk ke kawasan tersebut.
“Kita akan turun langsung untuk mengetahui berapa retribusi pendapatan per hari, baik saat low season maupun high season. Dari data, tamu tidak sepi bahkan sering macet, tapi pendapatan justru turun. Apakah ada kebocoran, nanti kita cek melalui uji petik,” katanya.
Dalam rapat tersebut, DPRD juga meminta seluruh OPD terkait memberikan data potret ekonomi Bangli secara menyeluruh, termasuk potensi sumber pendapatan, kendala yang dihadapi, serta strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan PAD ke depan. (JroBudi)