POLITIK
istimewa
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Memperingati satu tahun berdirinya Gerakan Rakyat, komunitas Muda Bergerak menggelar aksi penanaman pohon di Padepokan Ciliwung, Jakarta Timur, Sabtu (28/2). Kegiatan ini mengusung tema “Muda Bersuara, Bumi Terjaga: 1 Tahun Gerakan Rakyat Bersama Muda Bergerak”.
Acara dihadiri Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid. Dalam sambutannya, Sahrin menegaskan bahwa gerakan menanam pohon diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan dapat mendorong lahirnya kebijakan publik yang berpihak pada kelestarian lingkungan.
“Kami ingin gerakan menanam pohon ini tidak hanya menjadi gerakan biasa, tetapi juga menjadi dorongan agar isu lingkungan masuk dalam kebijakan publik secara konkret,” ujarnya.
Selain penanaman pohon, peserta juga melakukan aksi sisir sungai dan diskusi ekologis yang membahas persoalan lingkungan di Jakarta. Diskusi menghadirkan Muhammad Aminullah dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jakarta serta Reza, Ketua Kelompok Tani Hutan Laksaru.
Dalam paparannya, Muhammad Aminullah menyoroti minimnya ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta. Ia menilai penurunan luas RTH tidak terlepas dari kebijakan pembangunan yang membuka ruang besar bagi investasi, sehingga memicu alih fungsi lahan.
“Penurunan ruang terbuka hijau tidak bisa dilepaskan dari masuknya kepentingan investasi yang menyebabkan banyak alih fungsi lahan di Jakarta,” katanya.
Ia juga mengkritik distribusi RTH yang dinilai belum merata. Menurutnya, banyak ruang terbuka hijau terpusat di wilayah tertentu, sementara wilayah lain minim akses. Selain itu, pemerintah dinilai lebih mengejar target kuantitas tanpa memperhatikan kualitas dan fungsi ekologisnya.
Sementara itu, Reza menegaskan bahwa ruang terbuka hijau merupakan hak warga kota. Ia menyebut masyarakat berhak menyuarakan protes apabila lahan kosong tidak dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
“RTH adalah hak warga. Ketika ruang kosong tidak dimanfaatkan untuk kepentingan lingkungan dan masyarakat, warga berhak mempertanyakan kebijakan tersebut,” ujarnya.
Reza juga menyoroti masifnya betonisasi di Jakarta yang dinilai tidak lepas dari pendekatan pembangunan berbasis proyek. Menurutnya, model pembangunan tersebut perlu dievaluasi agar lebih berpihak pada keberlanjutan lingkungan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Muda Bergerak berharap peringatan satu tahun Gerakan Rakyat tidak sekadar menjadi momentum refleksi, tetapi juga memperkuat advokasi kebijakan lingkungan yang berkeadilan dan berkelanjutan di ibu kota. (FF)