NASIONAL
Istimewa
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pegawai pada 22 hingga 26 Juni 2026. Program yang berlangsung di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, itu mendapat sambutan positif dari pegawai sebagai langkah preventif untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini.
Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 805 pegawai mendaftarkan diri untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengecekan kondisi fisik, tekanan darah, konsultasi kesehatan, hingga skrining faktor risiko penyakit. Bagi peserta yang terindikasi memiliki gangguan kesehatan tertentu, disiapkan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan untuk pemeriksaan lebih mendalam.
Salah satu peserta, Arie Satya Dwipraja (36), pegawai Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian ATR/BPN, menilai program tersebut sangat bermanfaat bagi pegawai yang memiliki aktivitas kerja padat.
“Cek kesehatan ini program yang positif bagi para pegawai. Selain pemeriksaan fisik dan tensi darah, kita juga bisa berkonsultasi mengenai pola makan, pola hidup, hingga aktivitas sehari-hari. Jadi ada masukan yang bisa membantu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kondisi kesehatan,” ujarnya usai menjalani pemeriksaan, Senin (22/6/2026).
Menurut Arie, hasil pemeriksaan yang menunjukkan kondisi kesehatannya dalam batas normal memberikan rasa tenang sekaligus motivasi untuk tetap menjaga pola hidup sehat.
Ia juga mengajak pegawai lain untuk memanfaatkan layanan yang disediakan secara gratis tersebut. Hingga kini, panitia masih membuka pendaftaran bagi pegawai yang ingin mengikuti pemeriksaan kesehatan selama program berlangsung.
Selain memberikan kepastian kondisi kesehatan bagi peserta yang hasilnya normal, program ini juga membantu mendeteksi lebih awal potensi gangguan kesehatan. Salah satu peserta, Widya Nuryana (42), menerima surat rujukan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan berupa Elektrokardiogram (EKG) dan pemeriksaan hematologi lengkap di Puskesmas Kebayoran Baru setelah mengikuti skrining awal.
“Terima kasih, ini benar-benar bentuk upaya preventif dari Kementerian ATR/BPN untuk menjaga kesehatan pegawai sejak dini. Saya mengajak teman-teman yang lain untuk ikut memanfaatkan kesempatan ini,” kata Widya.
Dokter dari Puskesmas Kebayoran Baru, dr. Nabilah Armalia Iffah, menjelaskan bahwa program CKG merupakan bagian dari implementasi program nasional yang diinisiasi pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. Fokus utama program tersebut adalah melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit berdasarkan kelompok usia.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit berkembang ke tahap yang lebih serius tanpa disadari penderitanya.
“Harapannya dengan adanya CKG, tidak ada lagi masyarakat yang baru mengetahui penyakitnya ketika sudah berada dalam kondisi parah. Dengan deteksi dini, kondisi seperti prehipertensi atau pradiabetes dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius,” jelas dr. Nabilah.
Selama pelaksanaan hari pertama, sejumlah pegawai teridentifikasi memiliki risiko hipertensi, diabetes, hingga gangguan penglihatan sehingga mendapatkan rekomendasi pemeriksaan lanjutan. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya skrining kesehatan rutin sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas dan kualitas hidup pegawai.
Melalui program CKG ini, Kementerian ATR/BPN berharap budaya hidup sehat dan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala semakin meningkat di lingkungan kerja, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat pencegahan penyakit melalui deteksi dini. ***