MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

NASIONAL

09 Juni 2026,    22:04 WIB

Tugu Integritas ST Burhanuddin Berdiri Kokoh di Ketinggian 3.078 Mdpl


Agn

Tugu Integritas ST Burhanuddin Berdiri Kokoh di Ketinggian 3.078 Mdpl

Tugu ST Burhanuddin

Majalengka-Mediaindonesianews.com: Sebuah simbol penghormatan terhadap integritas dan pengabdian penegakan hukum kini berdiri kokoh di Puncak Gunung Ciremai, Jawa Barat. Tugu penghormatan untuk Jaksa Agung RI resmi dibangun di ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl), sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan dan konsistensi beliau dalam menjaga marwah institusi Kejaksaan.

Tugu Integritas ST Burhanuddin Berdiri Kokoh di Ketinggian 3.078 Mdpl

Toto Roedianto, Salah satu pengagas berdirinya tugu tersebut mengungkapkan bahwa Gunung Ciremai dikenal sebagai atap tertinggi Jawa Barat kini tidak hanya menjadi simbol keteguhan alam, tetapi juga menjadi penanda nilai integritas yang diabadikan melalui Tugu ST Burhanuddin.

"Monumen tersebut merepresentasikan keteguhan prinsip, keberanian dalam penegakan hukum, serta konsistensi pengabdian seorang jaksa karier yang meniti perjalanan panjang hingga dipercaya memimpin Kejaksaan Agung RI." Ujarnya, Senin (9/6)

Menurutnya, marwah institusi Kejaksaan hanya dapat dijaga melalui integritas pribadi setiap aparat penegak hukum dan Pendirian tugu di Puncak Ciremai dinilai memiliki makna filosofis mendalam.

"Gunung melambangkan perjuangan, puncak sebagai simbol pencapaian, sedangkan tugu menjadi lambang keteladanan yang diharapkan terus dikenang lintas generasi. Di tengah hamparan awan dan udara pegunungan, monumen tersebut menjadi pengingat bahwa integritas bukan sekadar tujuan akhir, melainkan perjalanan panjang yang harus dijaga dalam setiap langkah pengabdian kepada bangsa dan negara." Ujarnya.

Dikanan-kiri tugu tertulis nama-nama anggota Baladhika Adhyaksa Nusantara diantaranya Drs. Eman Suherman, MM; R Yunanto Perwira Buwana, SH.,MH; Toto Roedianto, S.Sos., SH., MH; Tita Juwita Hipdiah; Asep Riadi, SE., MH; Riki Rizki, SH; Erwin Rahman, S.Sos; Vergian Pratama; Irin Damiri; Maman Suherman serta tersemat pesan “Tugu ini bukan sekadar monumen batu, tetapi simbol bahwa integritas yang dijaga secara konsisten akan meninggalkan jejak yang lebih tinggi daripada jabatan dan lebih abadi daripada masa tugas,”

Seperti diketahui, ST Burhanuddin bukan sekadar pemimpin institusi. Ia dikenal sebagai sosok jaksa karier yang memahami dinamika penegakan hukum dari tingkat daerah hingga nasional. Lahir pada 17 Juli 1954 dan merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, perjalanan kariernya ditempa melalui berbagai penugasan di daerah sebelum menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Kejaksaan RI.

Karakter kepemimpinannya dikenal sederhana, tegas, dan menjunjung tinggi profesionalisme. Dalam berbagai kesempatan, ST Burhanuddin kerap menegaskan bahwa integritas dan kejujuran merupakan fondasi utama seorang aparat penegak hukum.

Selama masa kepemimpinannya sejak 2019, Kejaksaan Agung mencatat peningkatan kepercayaan publik melalui penanganan sejumlah perkara korupsi besar yang menjadi perhatian nasional. Penegakan hukum dilakukan tidak hanya terhadap pelaku lapangan, tetapi juga menyasar pihak-pihak yang memiliki pengaruh dan posisi strategis.

Sejumlah langkah yang dikaitkan dengan komitmen integritas ST Burhanuddin di antaranya mendorong penegakan hukum yang berorientasi pada kepentingan negara dan masyarakat, memperkuat reformasi internal melalui pembenahan sumber daya manusia, serta menegaskan budaya kerja yang profesional dan bebas dari penyalahgunaan kewenangan.

Selain itu, ia juga mendukung evaluasi terhadap berbagai program internal yang dinilai berpotensi menimbulkan penyimpangan.***