NASIONAL
Istimewa
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara (Asprindo) menggagas kolaborasi strategis dengan Yayasan Desa Emas guna memperkuat pembangunan ekonomi pedesaan. Sinergi ini ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Umum Asprindo, Jose Rizal, mengatakan hubungan antara Asprindo dan Desa Emas telah terjalin sejak lama. Namun, kerja sama tersebut kini ingin diformalkan dan diperkuat melalui penyelarasan program pemberdayaan desa.
“Cara kita sama, yaitu menggerakkan perekonomian dari bawah, dari desa. Kita membina, mendampingi, memberikan pelatihan kepada masyarakat pedesaan agar mampu mengembangkan potensi daerahnya. Kita juga membuka akses pasar bagi produk-produk unggulan desa,” ujar Jose dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (20/2)
Menurutnya, pembangunan ekonomi berbasis desa akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang memperkuat perekonomian lokal maupun nasional. Ia menilai ekonomi yang dibangun dari bawah akan lebih kokoh karena ditopang pelaku usaha yang profesional dan berbasis teknologi, namun tetap menjaga nilai adat dan kearifan lokal.
Ketua Dewan Pembina Desa Emas, Aries Muftie, menyebut pertemuan kedua pihak bertujuan menyelaraskan program Asprindo dengan Gerakan Desa Emas. Ia menegaskan visi keduanya serupa, yakni mendorong konsep “satu desa, satu industri”.
“Asprindo punya Kampung Industri, Desa Emas punya program Patriot Desa dan Permata. Karena visinya sama, kami sepakat untuk berkolaborasi,” katanya.
Aries menambahkan, kolaborasi tersebut dinilai sejalan dengan visi pembangunan nasional yang menitikberatkan pada ekonomi kerakyatan, termasuk program pengembangan koperasi desa dan kelurahan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Desa Emas, Iwan Agustiawan Fuad, menjelaskan Gerakan Desa Emas bertujuan mendorong desa menjadi entrepreneur, mandiri, adil, dan sejahtera (EMAS). Untuk mewujudkannya, Desa Emas menerapkan peta jalan berbasis lima pilar, yakni pembinaan sumber daya insani dan karakter, penguatan solidaritas sosial, sinergi dan digitalisasi, pembinaan dana dan investasi, serta pengembangan pasar dan industrialisasi desa.
Menurut Iwan, implementasi lima pilar tersebut dilakukan melalui pembentukan “patriot desa”, yakni pemuda yang dipilih dan dilatih untuk memetakan potensi serta persoalan di wilayahnya masing-masing. Para patriot desa kemudian menyusun rencana pengembangan berbasis potensi lokal.
Selain itu, Desa Emas juga menyiapkan program Permata (Perusahaan Ekonomi Nusantara) untuk memperluas jejaring usaha hingga skala regional dan internasional. Melalui program ini, patriot desa akan terhubung dengan pengusaha guna membuka akses pasar sekaligus transfer pengetahuan.
Kolaborasi Asprindo dan Desa Emas diharapkan mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia desa serta memastikan setiap dukungan pendanaan dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.***