NASIONAL
istimewa
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mulai memetakan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai alat strategis untuk memperkuat pengawasan pertanahan dan tata ruang, termasuk mendeteksi potensi sengketa serta praktik mafia tanah sejak tahap awal.
Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan menyampaikan, AI memiliki peluang besar untuk meningkatkan akurasi pemetaan, analisis data tata ruang, serta mitigasi konflik agraria berbasis data yang selama ini menjadi tantangan dalam pengelolaan pertanahan nasional.
“Dengan dukungan AI, kita dapat membaca pola, anomali, dan potensi konflik lebih dini sehingga penanganan perkara pertanahan bisa lebih cepat, tepat, dan terukur,” ujar Ossy saat membuka webinar Strategi Optimalisasi AI di Kementerian ATR/BPN yang digelar BPSDM, Kamis (29/1).
Namun demikian, Ossy menegaskan bahwa penerapan AI di lingkungan ATR/BPN tidak semata mengejar kecanggihan teknologi, melainkan harus berpedoman pada prinsip efisiensi, keamanan, dan tanggung jawab. Efisiensi diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, sementara aspek keamanan menyangkut perlindungan data, privasi, dan ketahanan sistem dari ancaman siber.
Ia juga menekankan pentingnya prinsip tanggung jawab dalam penggunaan AI, khususnya terkait etika, kepatuhan hukum, dan tata kelola pemerintahan yang baik. Menurutnya, teknologi tidak boleh mengaburkan nilai dasar pelayanan publik, seperti keadilan, kepastian hukum, dan keberpihakan kepada masyarakat.
Webinar tersebut diikuti sekitar 700 pegawai ATR/BPN dan menghadirkan sejumlah pakar dari sektor teknologi dan data. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menyongsong transformasi digital sektor pertanahan.
Ke depan, ATR/BPN berencana menindaklanjuti hasil diskusi melalui program pelatihan berkelanjutan, pengembangan proyek percontohan AI di unit strategis, serta penyusunan pedoman internal agar pemanfaatan AI berjalan terarah dan berkelanjutan.***