NASIONAL
Istimewa
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Dalam upaya mempercepat peningkatan pelayanan dasar dan pembangunan infrastruktur di daerah, Wakil Bupati (Wabup) Tapanuli Utara (Taput), Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng, melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) dan Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah (PFID) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (30/10)
Audiensi yang berlangsung di Gedung Ditjen SDA, Jakarta, diterima langsung oleh Desi Meriana, Ketua Tim Pemantauan dan Evaluasi Bidang Fasilitasi Infrastruktur Daerah Jalan dan Jembatan/Penata Kelola Jalan dan Jembatan Ahli Muda. Pertemuan ini membahas sejumlah rencana strategis dalam pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Taput.
Dalam kesempatan itu, Wabup Taput menyampaikan proposal resmi dari Perumda Air Minum Mual Natio, yang berisi beberapa usulan penting, antara lain pemindahan intake dan pipa transmisi sejauh 500 meter ke hulu Aek Butar untuk menjamin kontinuitas pasokan air baku, serta penyusunan kajian pembangunan tangkapan air (dam) guna memperkuat ketahanan air pada musim kemarau.
Selain itu, Pemkab Taput juga mengusulkan peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Aek Butar dari 50 liter per detik menjadi 70 liter per detik, dan pembangunan reservoir atau sistem pengendali cadangan air di kawasan Jalan Sibolga untuk memperkuat jaringan distribusi air bersih.
Pihak Ditjen SDA menyambut positif usulan tersebut dan menyampaikan bahwa telah disiapkan alokasi anggaran sekitar Rp2 miliar untuk kegiatan rehabilitasi jaringan air di wilayah Tapanuli Utara.
“Pemerintah daerah diminta segera menyiapkan Dokumen Detail Engineering Design (DED) pemindahan intake, melengkapi administrasi aset Barang Milik Negara (BMN), serta menyusun data sumber dan sambungan air di wilayah Tarutung dan Jalan Sibolga sebagai dasar verifikasi teknis lanjutan,” jelas Desi Meriana.
Usai pertemuan di Ditjen SDA, Wabup Taput melanjutkan audiensi ke Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah (PFID). Dalam pembahasan tersebut, fokus diarahkan pada peluang pengusulan Dana Alokasi Khusus (DAK) guna mendukung pembangunan infrastruktur strategis di Taput.
Kementerian PUPR mendorong pemerintah daerah untuk segera menyiapkan proposal yang sesuai dengan readiness criteria serta selaras dengan prioritas nasional, agar peluang memperoleh dukungan DAK dapat lebih optimal pada tahun anggaran mendatang.
“Audiensi ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mempercepat peningkatan layanan dasar dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan,” tegas Deni Lumbantoruan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Taput melalui penguatan sektor air bersih, jalan, dan infrastruktur publik lainnya. (LS)