MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

09 Agustus 2026,    00:26 WIB

SPPG 03 Bawootalua Lahusa Jaga Kualitas Menu MBG untuk 2.920 Penerima Manfaat


HS

SPPG 03 Bawootalua Lahusa Jaga Kualitas Menu MBG untuk 2.920 Penerima Manfaat

Istimewa

Nias Selatan-Mediaindonesianews.com: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 03 Bawootalua Lahusa, Kabupaten Nias Selatan, berkomitmen menjaga kualitas menu dan pelayanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). SPPG yang berada di bawah Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Nias Selatan itu melayani 2.920 penerima manfaat dari 23 sekolah yang tersebar di enam desa.

Sejak beroperasi, SPPG 03 Bawootalua Lahusa memastikan makanan yang didistribusikan kepada siswa disiapkan dengan memperhatikan aspek gizi, kebersihan, keamanan pangan, serta ketepatan waktu distribusi.

Tim SPPG juga menerapkan sejumlah langkah untuk menjaga kualitas makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, penyusunan menu, proses pengolahan hingga pengemasan dan pendistribusian kepada penerima manfaat.

“Kami memahami betul bahwa makanan adalah fondasi utama bagi Generasi Emas Indonesia. Oleh karena itu, di dapur SPPG 03 Bawootalua Lahusa kami menerapkan protokol yang sangat ketat,” ujar sumber di SPPG 03 Bawootalua Lahusa, Jumat (7/8).

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggunakan bahan baku yang diperoleh dari petani dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) setempat. Bahan seperti sayuran, lauk-pauk dan sumber karbohidrat dipilih dengan mempertimbangkan kualitas dan kesegarannya.

Selain mendukung ketersediaan bahan pangan segar, penggunaan produk lokal juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional SPPG.

Dari sisi menu, tim SPPG menerapkan siklus menu yang bervariasi. Komposisi makanan dirancang untuk memberikan asupan gizi seimbang, termasuk protein hewani dan nabati, vitamin, mineral serta sumber karbohidrat.

Aspek higienitas juga menjadi perhatian. SPPG 03 Bawootalua Lahusa melakukan pemeriksaan sanitasi dapur secara rutin serta pengawasan harian terhadap proses pengolahan makanan.

Pemeriksaan suhu makanan pada saat pengemasan dan distribusi juga dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan pangan dan meminimalkan risiko kontaminasi.

Selain pengawasan internal, SPPG membuka ruang bagi pihak sekolah untuk memberikan umpan balik terkait makanan yang diterima siswa. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menyesuaikan cita rasa dan porsi agar dapat diterima dengan baik oleh para penerima manfaat.

Dari sisi pelayanan, SPPG 03 Bawootalua Lahusa juga menempatkan ketepatan waktu pengiriman sebagai salah satu prioritas. Makanan yang telah disiapkan didistribusikan ke sekolah-sekolah penerima manfaat sesuai jadwal.

“Pembagian menu kepada penerima manfaat juga tetap menjadi prioritas. Menu yang disiapkan diupayakan dapat diantar tepat waktu sehingga siswa dapat menerima makanan sesuai jadwal,” ujar sumber tersebut.

Pelaksanaan program MBG di wilayah layanan SPPG 03 Bawootalua Lahusa juga disebut mendapat respons positif dari sekolah penerima manfaat. Antusiasme siswa dan kehadiran di sekolah dilaporkan menunjukkan perkembangan positif sejak program tersebut berjalan.

SPPG 03 Bawootalua Lahusa menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan. Koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) juga dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program tetap mengikuti ketentuan dan arahan terbaru.

Komitmen tersebut diharapkan dapat memastikan program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan makanan siswa, tetapi juga mendukung pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.(HS)