KABAR DAERAH
Istimewa
Sumbawa-Mediaindonesianews.com: Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, resmi membuka Festival Budaya Pindang Belik Kecamatan Lantung di halaman Kantor Camat Lantung, Kamis (30/7). Festival tersebut diproyeksikan menjadi sarana pelestarian warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Syarafuddin Jarot mengapresiasi Pemerintah Kecamatan Lantung bersama masyarakat yang telah menginisiasi penyelenggaraan festival. Menurutnya, kegiatan budaya seperti Festival Pindang Belik memiliki peran strategis dalam menjaga identitas daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sumbawa kepada masyarakat luas.
"Festival ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang untuk merawat jati diri daerah serta memperkuat kebanggaan terhadap budaya lokal," ujar Jarot.
Ia menjelaskan, Pindang Belik merupakan kuliner khas masyarakat pegunungan Lantung yang lahir dari kearifan lokal para leluhur dalam mengawetkan ikan laut ketika akses transportasi menuju wilayah tersebut masih sangat terbatas.
Menurutnya, tradisi tersebut menjadi bukti kemampuan masyarakat masa lalu dalam beradaptasi dengan kondisi geografis sekaligus menerapkan konsep ketahanan pangan secara sederhana namun efektif.
"Pindang Belik bukan hanya makanan. Pindang Belik adalah identitas masyarakat Lantung. Ini menjadi bukti bagaimana leluhur mampu beradaptasi dengan alam sekaligus menerapkan konsep ketahanan pangan secara sederhana namun efektif," kata Bupati.
Bupati menegaskan, warisan budaya seperti Pindang Belik harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Selain menyoroti pelestarian budaya, Jarot juga memanfaatkan momentum festival untuk menyampaikan sejumlah agenda pembangunan di Kecamatan Lantung, termasuk penataan aktivitas pertambangan rakyat.
Ia menegaskan seluruh kegiatan pertambangan harus memiliki legalitas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, tenaga kerja asing yang bekerja di sektor tersebut wajib memenuhi persyaratan administrasi, sementara kelestarian kawasan hutan harus tetap menjadi prioritas.
Menurutnya, keberadaan hutan memiliki peran penting dalam menjaga sumber mata air dan mendukung sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat pegunungan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat mendukung Program Sumbawa Hijau Lestari melalui gerakan penanaman pohon bernilai ekonomi seperti kemiri, kopi, durian, dan sengon. Program itu diharapkan mampu menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Di sektor pariwisata, Jarot optimistis setiap kecamatan di Kabupaten Sumbawa memiliki potensi unggulan yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis budaya.
Menurutnya, Festival Pindang Belik menjadi contoh bagaimana tradisi lokal dapat menjadi daya tarik wisata yang mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
"Semakin banyak festival digelar, semakin banyak wisatawan datang. UMKM bergerak, warung ramai, homestay terisi, transportasi hidup, dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh," ujarnya.
Untuk mendukung pengembangan sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya meningkatkan konektivitas transportasi udara melalui komunikasi dengan sejumlah maskapai agar tersedia rute penerbangan langsung menuju Kabupaten Sumbawa.
Pemerintah daerah juga terus mempercepat penanganan wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan telekomunikasi atau blank spot, khususnya di kawasan pegunungan, guna menunjang pelayanan publik dan pengembangan sektor wisata.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Syarafuddin Jarot secara resmi membuka Festival Budaya Pindang Belik Kecamatan Lantung. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat identitas budaya masyarakat Sumbawa sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi daerah. (JB)