KABAR DAERAH
istimewa
Parapat-Mediaindonesianews.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang meraih penghargaan Terbaik III Kategori Realisasi Investasi Terbesar Tahun 2025 dalam ajang Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) Ke-12 Tahun 2026 yang digelar di Balai Harungguan Bolon, Parapat, Kabupaten Simalungun, Kamis (11/6).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, kepada Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Luddin Tambunan, sebagai bentuk apresiasi atas capaian pemerintah daerah dalam mendorong investasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Bupati Deli Serdang menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun iklim investasi yang kondusif.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak dalam membangun kepercayaan investor di Deli Serdang. Ke depan, kami akan terus mendorong kemudahan berusaha, memperkuat pelayanan publik, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi dunia usaha dan UMKM,” ujarnya usai menerima penghargaan.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, realisasi investasi di Kabupaten Deli Serdang sepanjang tahun 2025 mencapai Rp9,178 triliun. Angka tersebut melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar Rp7,033 triliun atau sekitar 130 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut juga melebihi target Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp8,41 triliun.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara menegaskan pentingnya investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Di tengah dinamika ekonomi global, pemerintah daerah didorong tidak hanya menarik investasi dari luar, tetapi juga memperkuat investasi lokal melalui pengembangan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.
Selain itu, gubernur mengajak pemerintah kabupaten dan kota untuk terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas melalui hilirisasi produk dan penyusunan perencanaan bisnis yang lebih matang sehingga memiliki daya saing dan mampu menarik minat investor.
Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menyampaikan bahwa sensus tersebut akan menjadi dasar penting dalam memetakan kondisi dunia usaha dan mendukung penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Menurut data Statistical Business Register (SBR) yang dipaparkan BPS, jumlah pelaku usaha di Sumatera Utara terus meningkat dan mencapai sekitar 1,55 juta unit pada 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 240 ribu pelaku usaha berada di Kabupaten Deli Serdang, menjadikannya daerah dengan jumlah pelaku usaha terbesar kedua di Sumatera Utara setelah Kota Medan.
PIISU 2026 yang berlangsung pada 10–13 Juni 2026 juga dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu se-Sumatera Utara serta penandatanganan kerja sama antara pelaku usaha besar dan UMKM sebagai upaya memperkuat ekosistem investasi dan pengembangan ekonomi daerah.(HS)