KABAR DAERAH
Istimewa
Taput-Mediaindonesianews.com: Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menggelar pelatihan pembuatan produk agens hayati secara maraton selama delapan hari sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Memasuki hari keempat pelaksanaan, Kamis (11/6), pelatihan telah menjangkau petani di Kecamatan Siatas Barita, Muara, Adiankoting, dan Sipahutar. Kegiatan ini diikuti oleh para petani serta anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mendapatkan pembekalan teori dan praktik secara langsung.
Pelatihan turut mendapat dukungan dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Taput, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, yang hadir bersama jajaran pengurus TP PKK untuk memberikan motivasi kepada peserta serta mendukung upaya penguatan ketahanan pangan keluarga.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari pembuatan berbagai produk penunjang pertanian secara mandiri, mulai dari pupuk organik padat, pupuk nutrisi, pestisida nabati, cairan Jadam Sulfur, hingga teknik perbanyakan jamur Trichoderma sebagai agen hayati yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tanaman.
Dinas Pertanian berharap keterampilan tersebut dapat diterapkan langsung di lapangan sehingga petani memiliki alternatif dalam mengatasi berbagai permasalahan budidaya tanpa bergantung sepenuhnya pada produk kimia sintetis.
Salah satu manfaat yang diharapkan dari pelatihan ini adalah membantu petani nanas di Kecamatan Sipahutar mengendalikan penyakit busuk akar dan serangan kutu kebul melalui pemanfaatan bahan-bahan yang dapat diracik secara mandiri. Selain itu, penggunaan agens hayati dinilai mampu menekan biaya produksi dengan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk bersubsidi dan pestisida kimia.
Penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan juga diharapkan menghasilkan produk pertanian yang lebih aman dikonsumsi serta mendukung keberlanjutan ekosistem pertanian di Kabupaten Taput.
Program pelatihan ini dijadwalkan terus berlanjut hingga hari kedelapan dengan menjangkau kecamatan-kecamatan lainnya. Pemkab Taput berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kemandirian petani, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mendorong pengembangan sistem budidaya yang lebih efisien serta berwawasan lingkungan. (LS)