KABAR DAERAH
istimewa
Taput-Mediaindonesianews.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) terus berkomitmen memperkuat sinergi dengan institusi keagamaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, S.Si., M.Si., saat menghadiri Perayaan Ekaristi sekaligus inaugurasi dan pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan di Desa Lumban Sormin, Kecamatan Pangaribuan, Minggu (7/6).
Kegiatan bertema “Berjalan Bersama untuk Mendengarkan, Meneguhkan, dan Mewartakan” itu dipimpin langsung oleh Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, serta dihadiri ribuan umat Katolik dari berbagai wilayah di Tapanuli Utara.
Turut hadir Ketua DPRD Taput Arifin Rudi Nababan, Dandim 0210/TU Letkol Kav. Ronald Tampubolon, SH., M.Han., jajaran pimpinan perangkat daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, Anggota DPR RI Rapidin Simbolon, Wakil Bupati Toba Audi Murphy Sitorus, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah Binsar Sitanggang.
Dalam khotbahnya, Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung menekankan pentingnya kedekatan gembala dengan umat demi efektivitas pelayanan sakramen, terutama mengingat jarak geografis menuju Tarutung yang cukup jauh.
Selain itu, pihak Keuskupan Agung Medan juga menyampaikan rencana pembangunan sekolah Katolik di wilayah Pangaribuan dan meminta dukungan Pemkab Taput.
Menanggapi hal tersebut, Bupati JTP Hutabarat menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penuh pembangunan sekolah Katolik sebagai bagian dari investasi peningkatan mutu pendidikan di daerah.
“Pemerintah dan gereja adalah institusi yang berbeda, namun kita memiliki satu tujuan yang sama, yaitu melayani masyarakat. Pemerintah melayani dari sisi regulasi dan kesejahteraan lahiriah, sedangkan gereja melayani dari sisi kerohanian umat,” ujar Bupati.
Menurutnya, institusi Katolik selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan di Taput, termasuk melalui pelayanan Rumah Sakit Santo Lusia Siborongborong yang dinilai memiliki tingkat kepercayaan tinggi di tengah masyarakat.
“Atas nama Pemkab Taput, kami menyambut baik dan siap mendukung sepenuhnya pembangunan sekolah Katolik di Pangaribuan ini sebagai investasi mutu pendidikan anak-anak kita,” tegasnya.
Kuasi Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Pangaribuan sendiri merupakan paroki baru hasil pemekaran dari Paroki Tarutung berdasarkan Surat Keputusan Keuskupan Agung Medan tertanggal 24 Februari 2026. Paroki tersebut membawahi 19 stasi yang tersebar di Kecamatan Garoga, Pangaribuan, Sipahutar, dan Siatas Barita.
Di akhir sambutannya, Bupati JTP Hutabarat mengajak seluruh umat Katolik untuk menjadi “garam dan terang” di tengah masyarakat dengan terus bermitra bersama pemerintah dalam memerangi kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup di Taput.
Bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran Dewan Pastoral Paroki yang baru dilantik serta Pastor Ronald Sitanggang sebagai Pastor Paroki. (LS)