MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

03 Juni 2026,    13:14 WIB

Pelabuhan Poto Tano Beroperasi Normal, Polisi Lakukan Pengawasan Intensif


Jro Budi

Pelabuhan Poto Tano Beroperasi Normal, Polisi Lakukan Pengawasan Intensif

Istimewa

Sumbawa-Mediaindonesianees.com: Aktivitas bongkar muat barang dan pelayanan penumpang di Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, terpantau berjalan aman dan lancar pada Selasa (2/6). Arus kendaraan, distribusi logistik, serta mobilitas penumpang berlangsung normal sesuai jadwal operasional penyeberangan.

Pelabuhan Poto Tano Beroperasi Normal, Polisi Lakukan Pengawasan Intensif

Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi Facebook Polsek Kawasan Pelabuhan (KPL) Tano yang menyebut situasi di area pelabuhan tetap kondusif tanpa adanya gangguan yang berdampak terhadap layanan penyeberangan.

Kapolsek KPL Tano bersama personel kepolisian, petugas pelabuhan, dan unsur terkait melakukan pengawasan dan pengaturan secara intensif di lapangan guna memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga. Pengawasan juga dilakukan terhadap kendaraan yang keluar masuk kawasan pelabuhan.

Pelabuhan Poto Tano diketahui menjadi salah satu jalur utama transportasi dan distribusi logistik yang menghubungkan Pulau Sumbawa dan Lombok melalui lintasan penyeberangan Poto Tano–Kayangan.

Dalam keterangannya, pihak Polsek KPL Tano menyebut hingga laporan dibuat tidak terdapat kejadian menonjol maupun gangguan keamanan yang memengaruhi operasional pelabuhan. Layanan penyeberangan pada lintasan tersebut juga disebut tetap berjalan normal tanpa adanya penutupan sementara.

Petugas turut mengimbau masyarakat dan pelaku usaha yang menggunakan jasa penyeberangan agar mematuhi aturan serta arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran aktivitas di kawasan pelabuhan.

Pihak kepolisian menyatakan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun hambatan operasional di area pelabuhan.

Seperti diketahui, rencananya massa yang tergabung dalam Aliansi Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran menuntut pemekaran wilayah sehingga Pulau Sumbawa menjadi provinsi baru dan tak lagi di bawah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Aksi demo rencananya dilakukan pada Selasa (2/6) serentak di lima kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, mulai dari Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima. Mereka bahkan mengancam akan menutup Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). (JB)