MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

20 Mei 2026,    01:39 WIB

Biaya Operasional Tinggi, Desa di Bangli Serahkan Pengelolaan Pamsimas ke PDAM


JroBudi

Biaya Operasional Tinggi, Desa di Bangli Serahkan Pengelolaan Pamsimas ke PDAM

istimewa

Bangli-Mediaindonesianews.com: Sejumlah desa di Kabupaten Bangli, Bali, mengajukan permohonan penyerahan pengelolaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) kepada Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli. Langkah tersebut diambil karena kelompok pengelola desa mengaku tidak lagi mampu menanggung biaya operasional sistem air minum yang terus meningkat.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi, membenarkan adanya permohonan dari sejumlah desa tersebut saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).

“Ada beberapa desa yang sebelumnya menjalankan sistem Pamsimas secara mandiri mengajukan permohonan resmi kepada kami. Mereka menyampaikan bahwa kondisi operasional sistem mulai tidak dapat dipertahankan karena beban biaya yang terus meningkat,” ujar Dewa Gede Ratno Suparso Mesi yang akrab disapa Dewa Rono.

Menurutnya, sebagian besar sistem Pamsimas di wilayah Bangli masih mengandalkan mesin pompa untuk mendistribusikan air ke rumah-rumah warga. Penggunaan pompa tersebut membutuhkan biaya bahan bakar dan pemeliharaan yang cukup besar.

Ia menjelaskan, jumlah penerima manfaat di setiap desa relatif terbatas, mulai dari 10 sambungan rumah (SR) hingga sekitar 78 SR, sehingga pemasukan yang diperoleh kelompok pengelola dinilai tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus ditanggung.

“Dengan jumlah penerima yang terbatas namun biaya operasional yang signifikan, kelompok pengelola akhirnya merasa tidak mampu lagi untuk melanjutkan,” katanya.

Beberapa wilayah yang telah mengajukan penyerahan pengelolaan di antaranya Desa Belantih, Desa Daup, dan Dusun Tandang di Kecamatan Batur Tengah, serta Desa Manikliyu, Desa Selulung, dan Desa Mabi.

PDAM Bangli disebut telah melakukan pengecekan lapangan untuk memverifikasi kondisi infrastruktur dan sistem distribusi air di masing-masing lokasi.

Dari hasil pengecekan awal, tim teknis menemukan sejumlah sistem Pamsimas tidak lagi beroperasi optimal, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan berhenti berfungsi. Infrastruktur seperti jaringan pipa, mesin pompa, dan reservoir juga memerlukan perbaikan dan perawatan berkala.

“Kami melakukan pengecekan teknis terhadap setiap komponen sistem, mulai dari sumber air, instalasi pompa, hingga jaringan distribusi ke rumah tangga,” ujar salah satu anggota tim teknis PDAM Bangli.

Menurut Dewa Rono, proses penyerahan pengelolaan akan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari inventarisasi aset, validasi data pelanggan, hingga penyesuaian sistem sesuai standar operasional PDAM.

“Setelah permohonan disetujui, seluruh aset yang termasuk dalam sistem Pamsimas akan menjadi milik PDAM, dan pelanggan akan secara bertahap diterapkan sistem pembayaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengelolaan terpusat melalui PDAM diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan menjaga kontinuitas distribusi air bersih bagi masyarakat.

Saat ini, PDAM Bangli masih menyusun kajian teknis dan administrasi terhadap setiap usulan penyerahan pengelolaan yang diajukan desa-desa tersebut.(JB)