KABAR DAERAH
Istimewa
Kuala Kapuas-Mediaindonesianews.com: Kondisi bangunan SDN 1 Anjir Mambulau Timur di Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, memprihatinkan. Sejumlah bangunan sekolah dilaporkan ambruk akibat termakan usia, sementara ruang kelas yang masih digunakan juga mengalami kerusakan cukup serius.
Kepala SDN 1 Anjir Mambulau Timur Rakhmad Hidayat mengatakan bangunan yang kini ambruk sebenarnya sudah tidak digunakan sejak tahun 2012 karena kondisi fisiknya dinilai membahayakan.
“Bangunan yang sudah ambruk tersebut tidak pernah dipergunakan lagi sejak tahun 2012, karena saat itu kondisinya sudah parah. Waktu itu sempat ada perbaikan secara swadaya tambal sulam seadanya, namun tidak bertahan lama,” ujar Rakhmad Hidayat saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/05).
Menurutnya, bangunan sekolah yang masih dipakai saat ini juga mengalami kerusakan pada bagian lantai dan plafon yang mulai lapuk sehingga memerlukan perbaikan segera agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar.
“Sedangkan bangunan yang masih ada dan bisa dipakai ini pun kami perbaiki secara tambal sulam juga. Karena kondisi bangunan fisiknya pada bagian lantai dan plafon sudah lapuk dan perlu perbaikan,” katanya.
Pihak sekolah mengaku khawatir jika kondisi tersebut terus dibiarkan, proses pembelajaran siswa dapat terganggu bahkan berpotensi membahayakan keselamatan warga sekolah.
Rakhmad menyebut beberapa waktu lalu pihak aset pemerintah daerah bersama koordinator wilayah pendidikan setempat telah melakukan peninjauan langsung terhadap bangunan sekolah yang ambruk.
Menurut informasi yang diterima pihak sekolah, proses penghapusan aset terhadap bangunan lama kemungkinan akan dilakukan terlebih dahulu sebelum ada tindak lanjut pembangunan baru.
Meski demikian, pihak sekolah berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi sekolah tersebut.
“Kami para guru sangat mengharapkan adanya bantuan bangunan baru maupun perbaikan fisik pada bangunan sekolah ini. Semoga keinginan kami dapat terealisasi dan mendapat respons cepat dari dinas terkait,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan fasilitas, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut masih terus berjalan. Saat ini jumlah siswa di SDN 1 Anjir Mambulau Timur tercatat lebih dari 80 orang.
Kondisi bangunan sekolah yang rusak dan ambruk itu menjadi perhatian masyarakat setempat yang berharap adanya percepatan rehabilitasi agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman. (Eben)