KABAR DAERAH
Istimewa
Taput-Mediaindonesianews.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) bersama Komisi X DPR RI terus memperkuat sinergi dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan workshop bertajuk “Implementasi Digitalisasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar” yang digelar di Abe Hotel, Senin (4/5).
Kegiatan strategis tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital sebagai instrumen peningkatan kualitas pembelajaran.
Dalam sambutannya, Deni menegaskan bahwa teknologi tidak boleh hanya dipandang sebagai sarana hiburan, melainkan harus menjadi alat produktif bagi para guru dalam meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar. Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan literasi digital di kalangan tenaga pendidik agar mampu mengimbangi kemampuan siswa yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Teknologi saat ini sudah berada dalam kendali kita. Tantangannya adalah bagaimana memanfaatkannya secara optimal untuk dunia pendidikan. Jangan sampai siswa lebih unggul dalam literasi digital dibanding gurunya. Kita harus terus bergerak maju, berpikir kritis, dan tetap mengedepankan dedikasi dalam membentuk karakter anak bangsa,” ujarnya.
Wakil Bupati juga menggarisbawahi pentingnya sikap kritis dalam menyaring informasi digital guna menghindari penyebaran hoaks yang dapat berdampak negatif terhadap proses pendidikan.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Sabam Sinaga, menegaskan komitmen pihaknya di tingkat pusat dalam mengawal kebijakan pendidikan yang berpihak pada guru. Ia menyampaikan bahwa selain mendorong digitalisasi, DPR RI juga tengah memperjuangkan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
Menurutnya, revisi tersebut difokuskan pada tiga aspek utama, yakni peningkatan kesejahteraan guru, kepastian status tenaga pendidik, serta perlindungan martabat guru agar tidak rentan terhadap persoalan hukum dalam menjalankan tugasnya.
“Kualitas Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas guru. Kami terus memastikan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen benar-benar dirasakan manfaatnya, termasuk melalui peningkatan kuota beasiswa Program Indonesia Pintar bagi siswa di Tapanuli Utara,” ungkap Sabam di hadapan peserta workshop yang terdiri dari guru SMP dan SMA/SMK.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Direktorat SMA Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Purwadi Sutanto, Anggota DPRD Tapanuli Utara Terry Siregar, serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, termasuk Staf Ahli, Asisten, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga.(LS)