KABAR DAERAH
Istimewa
Mataram-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menekankan pentingnya prinsip kebermanfaatan dalam setiap bentuk pengabdian kepada masyarakat saat menghadiri Pengukuhan dan Silaturahmi Kebangsaan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masa khidmat 2025–2030.
Kegiatan yang berlangsung di Universitas Islam Negeri Mataram, Sabtu (11/04), tersebut menjadi momentum bagi Nusron untuk mengingatkan bahwa nilai yanfa’unnaas atau memberi manfaat bagi sesama harus menjadi landasan utama dalam menjalankan peran, khususnya bagi para ulama.
“Segala sesuatu yang memberikan manfaat bagi umat manusia akan bertahan di muka bumi. Karena itu, melalui MUI, mari kita bersama-sama berikhtiar dan berkhidmat untuk menghadirkan kebermanfaatan di bidang masing-masing,” ujar Nusron.
Ia menegaskan, karakter utama seorang ulama adalah kemampuannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui pemikiran, tenaga, waktu, hingga sumber daya yang dimiliki demi kemaslahatan umat.
Dalam kesempatan tersebut, Nusron mendorong MUI untuk mengambil peran strategis melalui kontribusi konkret di berbagai sektor. Ia menyebut sedikitnya tujuh bidang pengabdian, di antaranya penguatan kehidupan beragama, peningkatan layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, serta pengembangan pendidikan Islam yang berkualitas.
Selain itu, peran ulama juga dinilai penting dalam pembinaan moral, pendampingan masyarakat dalam berbagai fase kehidupan, hingga penguatan nilai-nilai spiritual di tengah dinamika sosial.
Di bidang ekonomi, Nusron menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang rata-rata mencapai 5 persen per tahun, namun belum sepenuhnya dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dinikmati secara merata. Kekayaan masih berputar di kelompok tertentu. Karena itu, MUI perlu berperan dalam menyiapkan kader-kader ekonomi umat, tidak hanya fokus pada kader fikih, tetapi juga sektor ekonomi,” tegasnya.
Sementara di sektor pendidikan, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas lembaga pendidikan Islam, termasuk penguatan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) guna menciptakan keseimbangan antara ilmu agama dan teknologi.
“Ilimu agama penting, tapi tetap harus diseimbangkan dengan ilmu-ilmu teknologi,” tambahnya.
Sejalan dengan tema kegiatan “Sinergi Ulama dan Umara Menjaga NKRI dari NTB”, Nusron berharap sinergi antara ulama dan pemerintah dapat memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat serta menjaga keutuhan bangsa.
“Semua bidang mempunyai peranan masing-masing. Mari kita lakukan bersama, insyaallah pemerintah akan mengayomi. Arahan Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pembinaan ekonomi keumatan dan ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.
Pengukuhan ditandai dengan pembacaan surat keputusan oleh pimpinan MUI NTB, Subhan Abdullah Acim, yang dilanjutkan dengan pengambilan sumpah oleh Ketua Umum MUI Bidang Infokomdigi, Masduki Baidlowi. Dalam kesempatan tersebut, TGH Badrun resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum MUI NTB bersama jajaran pengurus lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota DPR RI Komisi II Fauzan Khalid, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, serta Rektor UIN Mataram Masnun Tahir, bersama jajaran Forkopimda dan anggota MUI se-NTB. Menteri Nusron didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Biro Humas dan Protokol Shamy Ardian, Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi NTB Stanley beserta jajaran.***