KABAR DAERAH
Istimewa
Bangli-Mediaindonesianews.com: Keterbatasan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangli mendapat sorotan dari DPRD setempat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat penanganan pasien darurat yang membutuhkan transfusi darah.
Anggota Komisi I DPRD Bangli, Dewa Agung Suamba Adnyana, menegaskan bahwa ketersediaan darah merupakan aspek krusial dalam layanan kesehatan, khususnya pada kasus gawat darurat.
“Urusan darah adalah urusan nyawa, sehingga harus menjadi perhatian serius. PMI perlu meningkatkan intensitas kegiatan donor serta edukasi kepada masyarakat,” ujarnya, Sabtu (27/3/2026).
Ia menambahkan, peningkatan kesadaran masyarakat untuk berdonor menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan stok darah. Menurutnya, donor darah tidak hanya membantu sesama, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan pendonor.
Sementara itu, Ketua PMI Bangli yang juga Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, mengakui bahwa ketersediaan darah masih belum stabil dan kerap tidak seimbang dengan kebutuhan rumah sakit.
“Kebutuhan darah bersifat fluktuatif, sementara jumlah pendonor rutin masih terbatas. Pada waktu tertentu, terutama untuk golongan darah tertentu, masih terjadi kekurangan,” jelasnya.
Ia menyebut sejumlah faktor yang memengaruhi minimnya stok darah, di antaranya kekhawatiran masyarakat terhadap dampak donor, kondisi hari libur, cuaca, serta tidak semua calon pendonor memenuhi syarat kesehatan saat skrining.
Untuk mengatasi hal tersebut, PMI Bangli telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, seperti meningkatkan sosialisasi dan edukasi terkait manfaat donor darah, memperluas kerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta, serta mengoptimalkan kegiatan donor darah keliling.
Selain itu, PMI juga membentuk kelompok donor darah sukarela di tingkat desa dan kecamatan melalui program GEMA SADIA BISA, serta menjalin kerja sama dengan unit donor darah di daerah terdekat guna memenuhi kebutuhan yang mendesak.
“Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga ketersediaan darah dapat terpenuhi dengan baik,” kata Diar.
DPRD Bangli turut mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan PMI, namun menekankan perlunya upaya berkelanjutan agar persoalan kekurangan stok darah tidak terus berulang dan berdampak pada keselamatan pasien. (JroBudi)