MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

12 Februari 2026,    00:37 WIB

Pulihkan 780 Meter Arsip Terdampak Banjir, 30 Taruna STPN Turun Tangan Selamatkan Data Pertanahan


Tim Red

Pulihkan 780 Meter Arsip Terdampak Banjir, 30 Taruna STPN Turun Tangan Selamatkan Data Pertanahan

istimewa

Medan-Mediaindonesianews.com: Upaya penyelamatan dokumen pertanahan terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang terus dipercepat. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menerjunkan 30 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) untuk merestorasi arsip yang rusak akibat banjir.

Langkah ini dilakukan melalui program Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) Tahun Akademik 2025/2026. Restorasi sementara dipusatkan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Aceh.

Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan Kementerian ATR/BPN, Awaludin, menegaskan bahwa keterlibatan taruna/i bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan bagian dari tanggung jawab menjaga dokumen negara.

“Ketika kalian membantu kami merestorasi arsip pascabencana, sejatinya kalian sedang menjaga ingatan negara dan memastikan pelayanan pertanahan berjalan tertib, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujar Awaludin saat menerima dan menyerahkan taruna/i di Aula Adhiguna, Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara, Selasa (10/02).

Sebanyak 780,6 meter linier arsip pertanahan ditargetkan dipulihkan dalam waktu sekitar empat bulan. Arsip tersebut mencakup berbagai dokumen penting yang menjadi dasar kepastian hukum hak atas tanah masyarakat.

Menurut Awaludin, arsip pertanahan tidak sekadar tumpukan berkas administrasi, melainkan menyangkut hak keperdataan, nilai sejarah, hingga aspek keadilan bagi masyarakat. Karena itu, proses restorasi membutuhkan ketelitian dan tanggung jawab tinggi.

Kepala Kanwil BPN Provinsi Aceh, Arinaldi, menyampaikan apresiasi atas dukungan lintas wilayah dalam penanganan pascabencana. Selain restorasi arsip, pihaknya juga merencanakan sensus pertanahan dengan melibatkan masyarakat untuk menghimpun kembali dokumen yang tidak dapat diselamatkan serta melakukan verifikasi fisik bidang tanah.

“Melalui program ini, taruna/i STPN kami tugaskan membantu restorasi arsip. Ke depan, sensus pertanahan juga akan dilakukan untuk memastikan data kembali valid,” jelas Arinaldi.

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, Sri Pranoto, memastikan pendampingan maksimal bagi para taruna selama menjalankan tugas. Pembimbingan teknis dan praktik lapangan akan diberikan agar proses restorasi berjalan optimal sekaligus menjadi pengalaman profesional berharga.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua STPN Sri Yanti Achmad menyerahkan bantuan dua unit alat ukur kepada Kanwil BPN Provinsi Aceh, yakni satu unit Total Station dan satu set Real-Time Kinematic Global Navigation Satellite System (RTK-GNSS). Bantuan ini diharapkan mendukung kegiatan pengukuran dan pemulihan data pertanahan di wilayah terdampak.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mego Pinandito, Kepala Kantah Kota Langsa Dedi Rahmat Sukarya, serta sejumlah pejabat administrator dan Kepala Kantah se-Provinsi Sumatera Utara.

Melalui kolaborasi ini, ATR/BPN menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan data pertanahan sebagai fondasi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat pascabencana.***