KABAR DAERAH
istimewa
Bangli-Mediaindonesianews.com: Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Tim Penggerak PKK dan Posyandu menghidupkan kembali fungsi kulkul sebagai sarana komunikasi sosial untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tradisi lokal ini kini dimanfaatkan sebagai “alarm sosial” yang menandai dimulainya aksi gotong royong secara serentak di seluruh wilayah Bangli, Minggu (1/2)
Gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari pencanangan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu Tahun 2026 oleh TP PKK Provinsi Bali. Ketua TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, memimpin langsung pelaksanaan perdana gerakan bersama jajaran PKK kabupaten.
Menurut Ny. Sariasih, penggunaan kulkul tidak hanya berfungsi sebagai pemanggil warga, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian kolektif terhadap lingkungan. Melalui pendekatan budaya, masyarakat diajak membangun kesadaran bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
Setiap Minggu pertama di awal bulan, warga diimbau melaksanakan kegiatan bersih lingkungan secara serempak, meliputi pekarangan rumah, telajakan, hingga fasilitas umum. Pola kegiatan rutin ini diharapkan membentuk kebiasaan dan budaya hidup bersih yang berkelanjutan.
Pelaksanaan gerakan kulkul di Bangli juga mendapat perhatian dari TP PKK Provinsi Bali. Tim monitoring provinsi turun langsung ke sejumlah desa, di antaranya Desa Sekardadi, Desa Demulih, Desa Bangbang, dan Desa Kayubihi, guna memastikan program berjalan efektif dan partisipatif.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya keterlibatan warga dalam setiap kegiatan gotong royong. Partisipasi aktif tersebut menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal dinilai efektif dalam memperkuat solidaritas sosial sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. (JroBudi)