MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

20 Januari 2026,    00:15 WIB

Pemkab Bangli Tegaskan Jalur Pariwisata Bukan untuk Truk Galian C, Keluhan Warga Songan Ditindaklanjuti


JroBudi

Pemkab Bangli Tegaskan Jalur Pariwisata Bukan untuk Truk Galian C, Keluhan Warga Songan Ditindaklanjuti

istimewa

Bangli-Mediaindonesianews.com: Pemerintah Kabupaten Bangli merespons keluhan masyarakat terkait aktivitas truk pengangkut galian C yang melintasi jalur pariwisata di wilayah Songan dan sekitarnya. Pemkab menegaskan bahwa jalur tersebut tidak diperuntukkan bagi kendaraan bertonase berat karena berpotensi merusak infrastruktur dan mengganggu kenyamanan wisatawan.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Bangli, I Made Mahindra Putra, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pemerintah daerah sejauh ini telah mengupayakan pemisahan jalur antara kendaraan pariwisata dan truk galian C.

“Pada prinsipnya, jalur Kedisan–Songan–Toya Bungkah difungsikan sebagai jalur pariwisata. Sementara truk galian C diarahkan melalui jalur Culali. Truk hanya diperbolehkan melintas di jalur pariwisata dalam kondisi tanpa muatan,” ujarnya, Senin (19/1)

Mahindra Putra mengakui, di lapangan masih ditemukan berbagai kendala, salah satunya kondisi jalur Culali yang mengalami longsor di beberapa titik. Hal tersebut menyebabkan sebagian kendaraan berat dialihkan sementara dan memicu keluhan masyarakat.

“Terkait keluhan masyarakat, tentu akan kami tindak lanjuti. Dalam waktu dekat kami akan kembali berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk kepolisian, untuk mencari solusi terbaik,” jelasnya.

Sebagai langkah jangka pendek, Pemkab Bangli akan membahas penerapan pembatasan jam operasional kendaraan berat di jalur pariwisata. Penindakan terhadap pelanggaran juga akan dikoordinasikan dengan aparat kepolisian.

“Apabila nantinya sudah ada kesepakatan pembatasan dan masih ditemukan pelanggaran, tentu akan ditindak sesuai aturan. Ini demi kenyamanan masyarakat dan pelaku pariwisata,” tegasnya.

Mahindra Putra menambahkan, secara peruntukan dan kapasitas, jalur pariwisata memang tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan galian C. Jika terus dilalui, kerusakan jalan akan semakin parah dan berujung pada pemborosan anggaran perbaikan.

“Beban truk galian C tidak sesuai dengan kualitas jalan pariwisata. Untuk kerusakan yang sudah terjadi, kami akan berkoordinasi dengan dinas teknis terkait agar dapat ditangani,” katanya.

Pemkab Bangli berharap ke depan jalur pariwisata dapat kembali steril dari kendaraan berat, terlebih dengan meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara serta berkembangnya fasilitas pendukung pariwisata di kawasan Kintamani dan sekitarnya.

“Aspirasi masyarakat ini sangat penting bagi kami. Pemerintah berkomitmen mencari solusi agar masyarakat, pelaku pariwisata, dan wisatawan sama-sama merasa aman dan nyaman,” pungkasnya. (JroBudi)