KABAR DAERAH
istimewa
Bangli-Mediaindonesianews.com: Cuaca ekstrem akibat curah hujan tinggi melanda Kabupaten Bangli dan memicu serangkaian bencana alam, mulai dari tanah longsor, pohon tumbang, hingga terganggunya akses jalan di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Kintamani.
Berdasarkan laporan harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-DAMKAR) Kabupaten Bangli, kejadian tersebut merupakan dampak dari peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan lebat yang disertai angin kencang.
Di Desa Songan A, tanah longsor menerjang tembok rumah warga di Banjar Dinas Ngalaan. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan serius dengan estimasi kerugian material mencapai sekitar Rp100 juta. BPBD bersama Dinas Sosial dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bangli telah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar berupa sandang dan pangan kepada warga terdampak.
Sementara itu, di Desa Kintamani, pohon tumbang terjadi di kawasan hutan sekaligus ruas jalan alternatif di Banjar Dinas Wanagiri. Tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, Polsek Kintamani, Koramil Kintamani, Camat Kintamani, KPH Bali Timur (Dinas Kehutanan), serta aparat desa setempat bergerak cepat mengevakuasi dan membersihkan material pohon tumbang agar akses kembali normal.
Longsor juga dilaporkan terjadi di ruas jalan Kintamani–Culali, Desa Batur Selatan. Akibatnya, sebagian badan jalan tidak dapat dilalui kendaraan. Penanganan dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum dengan dukungan alat berat, Polsek dan Koramil Kintamani, pihak Kecamatan Kintamani, serta PLN Bangli untuk memastikan keamanan jaringan listrik di sekitar lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD-DAMKAR Kabupaten Bangli, Drs. I Wayan Wardana, mengapresiasi respons cepat dan sinergi lintas instansi dalam penanganan bencana di awal tahun ini.
“Pemerintah Kabupaten Bangli melalui BPBD-DAMKAR menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesigapan serta keterpaduan semua pihak di lapangan dalam merespons kejadian bencana,” ujarnya.
BPBD-DAMKAR Bangli mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta berhati-hati terhadap risiko angin kencang, tanah longsor, banjir, serta sambaran petir, dan senantiasa mengikuti imbauan resmi dari BMKG, BNPB, dan BPBD setempat. (JroBudi)