KABAR DAERAH
istimewa
Bangli-Mediaindonesianews.com: Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Bangli menggelar Paruman Madya 2025 sebagai langkah konsolidasi menghadapi dinamika sosial yang kian kompleks di tengah perkembangan teknologi. Forum yang berlangsung di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, Kamis (11/12), ini menjadi momentum penyusunan arah kebijakan adat lima tahun ke depan.
Paruman yang mengusung tema “Satya Mukhyaning Dharma” dihadiri Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, jajaran Forkopimda, serta pengurus MDA dari tingkat provinsi hingga desa adat. Selain memuat laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, forum ini juga menjadi ruang pembahasan penyusunan program strategis dan pemilihan pengurus baru.
Wakil Bupati Diar dalam sambutannya menekankan urgensi penguatan lembaga adat sebagai penjaga harmoni di tengah gempuran tantangan sosial. Ia menyebut, peran desa adat kini bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mencegah konflik dan kerawanan sosial.
“Adat selama ini menjadi benteng pertama menjaga stabilitas wilayah. Karena itu kami berharap keberadaan MDA terus aktif menciptakan kondisi desa yang aman dan harmonis,” ujarnya.
Diar menegaskan bahwa percepatan teknologi membawa risiko baru bagi masyarakat, terutama penyalahgunaan ruang digital dan maraknya peredaran narkoba yang menyasar generasi muda. Ia meminta lembaga adat ikut mengawasi, memberi edukasi, dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk mitigasi ancaman tersebut.
“Era digital ini menghadirkan peluang besar, tetapi juga ancaman serius. Lembaga adat harus mengambil peran untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba dan konten negatif,” imbuhnya.
Acara dibuka secara resmi melalui pemukulan gong oleh Wakil Bupati, Pamucuk MDA Provinsi Bali, dan Ketua MDA Bangli sebelum dilanjutkan sidang paruman yang membahas agenda-agenda strategis.
Paruman Madya 2025 ini diharapkan mampu memperkuat sinergi adat dan pemerintah daerah, meneguhkan spirit ngayah, serta memastikan identitas budaya Bali tetap kokoh menghadapi arus perubahan zaman. (JroBudi)