MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

08 Desember 2025,    15:18 WIB

Rehabilitasi SDN 8 Talang Kelapa Molor, Wali Murid Keluhkan Belajar Daring yang Tidak Efektif


hadi

Rehabilitasi SDN 8 Talang Kelapa Molor, Wali Murid Keluhkan Belajar Daring yang Tidak Efektif

istimewa

Banyuasin-Mediaindonesianews.com: Proyek rehabilitasi ruang kelas di SDN 8 Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, dikeluhkan para wali murid setelah mengalami keterlambatan penyelesaian. Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar terpaksa dialihkan menjadi sistem daring, yang dinilai tidak efektif dan merugikan perkembangan akademik siswa. Proyek dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Jihan Rayya dan hingga 8 Desember masih jauh dari target.

Rehabilitasi SDN 8 Talang Kelapa Molor, Wali Murid Keluhkan Belajar Daring yang Tidak Efektif

Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya. Ia menyebut, sistem belajar daring memicu banyak kendala dan membuat anak-anak sulit fokus.

“Akibat keterlambatan pengerjaan rehab ruang belajar ini, siswa dirugikan. Belajar secara daring membuat anak-anak kurang fokus dan minim interaksi dengan guru,” ujarnya.

Para wali murid mendesak pemerintah daerah, terutama Bupati Banyuasin dan Dinas Pendidikan, untuk segera turun tangan dan mengevaluasi keterlambatan tersebut.

“Kami berharap pemerintah dan dinas pendidikan segera bertindak. Keterlambatan ini harus diselesaikan dan diusut tuntas,” tegasnya.

Keluhan serupa disampaikan tokoh masyarakat setempat. Ia menilai pekerjaan proyek terkesan dikerjakan asal-asalan, meski anggarannya sangat besar mencapai Rp1,2 miliar.

“Kalau dilihat, pengerjaannya asal jadi saja. Sisa material menumpuk, kayu dan pecahan batu berserakan, membahayakan siswa yang berada di dekat lokasi proyek,” ujarnya.

Ia juga menyoroti risiko penurunan kualitas bangunan akibat pengerjaan yang kini terancam dikebut karena telah melewati batas waktu.

“Dengan melewati batas pengerjaan, kami khawatir pemborong akan menyelesaikan asal-asalan. Dinas Pendidikan Banyuasin harus turun tangan mengawasi karena ini sangat rawan penyimpangan,” katanya.

Berdasarkan informasi di lapangan, proyek rehabilitasi tersebut tercatat dalam kontrak Nomor 425/60/SPMK/PPK-PSD/DISDIKBUD/APBD/2025, dengan total anggaran Rp1.288.488.000 yang bersumber dari APBD Banyuasin 2025. Pekerjaan meliputi rehabilitasi lima ruang, terdiri dari ruang guru dan empat ruang belajar, berlokasi di Kelurahan Sukajadi Timur, Talang Kelapa.

Proyek yang seharusnya rampung pada 18 Desember 2025 kini baru mencapai sekitar 50 persen, memaksa siswa tetap belajar dari rumah melalui sistem daring.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana, Sanjaya, belum memberikan klarifikasi meski telah dihubungi wartawan. (Hadi)