KABAR DAERAH
istimewa
Blora – Mediaindonesianews.com: Pemerintah Kabupaten Blora menegaskan komitmennya memperkuat integritas dan akuntabilitas pada sektor pendidikan non-formal sebagai bagian dari upaya mewujudkan Wilayah Birokrasi Bebas Korupsi (WBK). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Zona Integritas Menuju WBK dan Akuntabilitas Penggunaan BOSP Kesetaraan 2025 yang digelar di Azana Garden Hill Resort Blora, Sabtu (6/12/2025).
Acara tersebut turut menghadirkan Auditor Madya Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah dari Inspektorat III, Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan, yang sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap upaya Blora memperketat tata kelola pendidikan non-formal, khususnya pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan bahwa PKBM memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurutnya, penguatan integritas dan sistem pengelolaan adalah kunci agar program pendidikan kesetaraan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Tata kelola pendidikan di PKBM merupakan langkah strategis untuk memperkuat manajemen kualitas dan akuntabilitas lembaga, melalui dukungan kebijakan, pembinaan, pendampingan data, dan peningkatan kapasitas SDM,” ujar Bupati Arief.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) harus dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab. Integritas pengelolaan anggaran, katanya, bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan komitmen moral pemerintah daerah dalam menyediakan layanan pendidikan bebas kepentingan dan penyimpangan.
Selain memperkuat regulasi dan sistem, kegiatan advokasi ini juga menjadi wadah bagi pengelola PKBM untuk berdiskusi, menyampaikan kendala di lapangan, serta merumuskan solusi terkait tata kelola satuan pendidikan maupun pelaporan anggaran.
Bupati Arief menambahkan, Pemkab Blora terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat agar mutu pendidikan non-formal meningkat dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan kesetaraan.
Dengan pengawalan yang lebih ketat dan sinergi lintas instansi, Blora menargetkan sektor pendidikan non-formal dapat menjadi model lembaga pembelajaran masyarakat yang transparan, akuntabel, dan berintegritas tinggi. (andiZ)