KABAR DAERAH
Istimewa
Denpasar-Mediaindonesianews.com: Pasca insiden keributan yang melibatkan sejumlah oknum, seorang tokoh masyarakat di Bali menyerukan pentingnya menjaga kedamaian dan kerukunan. Pesan ini disampaikan sebagai respons terhadap peristiwa yang sempat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
"Sudah sama-sama bebas, saatnya jadikan ini pelajaran. Tidak peduli dari mana asalnya,Timur, Bali, Jawa, siapa pun, perilaku yang bikin rusuh pasti merusak kenyamanan banyak orang," ujarnya.
Tokoh masyarakat tersebut secara khusus mengingatkan oknum dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terlibat dalam keributan untuk tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain.
"Untuk oknum NTT yang terlibat, ini peringatan: jangan sampai ulahmu menyeret nama orang baik yang juga merantau mencari hidup. Satu tindakan bodoh bisa bikin semua pihak kena dampaknya," tegasnya.
Ia menekankan bahwa penyelesaian masalah harus dilakukan melalui jalur hukum, bukan dengan emosi atau keributan.
"Yang salah diproses lewat hukum, bukan lewat emosi atau keributan. Kita hidup berdampingan, jadi saling hormati itu wajib," katanya.
Tokoh masyarakat tersebut juga menepis anggapan bahwa dirinya hanya berani berbicara di media sosial.
"Saya bicara di mana pun dibutuhkan suara akal sehat, bukan suara keributan. Mari semua jaga sikap. Damai bukan berarti lemah, dan tegas bukan berarti benci. Saya bukan di sini untuk memihak, tapi untuk mengingatkan bahwa ketertiban itu tanggung jawab semua," pungkasnya. (JroBudi)