KABAR DAERAH
istimewa
Blora-Mediaindonesianews.com: Kabupaten Blora kembali menjadi perhatian nasional setelah dua menteri kabinet turun langsung meninjau sejumlah proyek strategis di daerah tersebut, Sabtu (29/11/2025). Menteri Imigrasi, Jenderal Polisi (HOR) (Purn) Drs. Agus Andrianto dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy memulai kunjungan kerja dengan melihat progres rencana pembangunan Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI di Kecamatan Blora.
Kantor yang berlokasi tepat di depan Pasar Sido Makmur itu akan dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp75 miliar. Pembangunan difokuskan pada gedung pelayanan modern, fasilitas publik, serta sarana penunjang untuk memperkuat layanan keimigrasian di Blora dan wilayah sekitarnya.
Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, bersama Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, mendampingi peninjauan tersebut. Pemerintah daerah memastikan kesiapan lahan dan aspek teknis agar proyek bisa memasuki tahap konstruksi tanpa hambatan.
“Ini dukungan nyata pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas layanan publik di Blora. Kami berharap pembangunan segera berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujar Bupati Arief.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa pembangunan kantor imigrasi merupakan bagian dari program nasional pemerataan layanan publik dan pengembangan wilayah. Dengan posisi yang strategis, kantor tersebut diprediksi menjadi magnet baru bagi aktivitas ekonomi di sekitar Pasar Sido Makmur.
Usai meninjau lokasi kantor imigrasi, rombongan melanjutkan agenda ke sejumlah proyek besar yang dibiayai APBN. Salah satunya proyek pembangunan jalan sepanjang 4,99 kilometer dengan lebar 5,5 meter yang telah mencapai 70 persen progres dengan anggaran Rp26,71 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025.
Kunjungan juga berlanjut ke lokasi revitalisasi pasar tradisional yang dibiayai Rp30 miliar untuk meningkatkan kenyamanan dan aktivitas perdagangan masyarakat. Selain itu, dua menteri turut meninjau proyek strategis nasional pembangunan bendungan senilai Rp499 miliar yang dikerjakan sejak 2023 dan ditargetkan rampung pada 2026, guna memperkuat ketahanan air, pertanian, dan potensi wisata Blora.
Menteri Rachmat menegaskan bahwa pembangunan tersebut menjadi prioritas pemerintah pusat dalam mempercepat pemerataan infrastruktur berbasis APBN. “Peninjauan ini memastikan dana Inpres berjalan optimal di daerah. Kami juga mengapresiasi kinerja BBPJN Jawa Tengah–DIY dalam pelaksanaan program di Blora,” tegasnya.
Bupati Arief mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Bappenas atas alokasi hampir Rp100 miliar untuk proyek Jalan Inpres tahun ini. Ia memastikan Pemkab akan terus mengajukan usulan pembangunan strategis lainnya.
“Manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Infrastruktur yang memadai membawa dampak langsung pada mobilitas ekonomi,” ujarnya.
Antusiasme warga turut terlihat saat kunjungan berlangsung. Muhaji, warga Desa Kedungrejo, menyambut baik pembangunan jalan penghubung Tunjungan–Keser yang sudah lama dinantikan.
“Mayoritas warga di sini petani jagung. Jalan baru mempermudah distribusi hasil tani. Kami juga punya potensi eduwisata buah dan budidaya ikan. Infrastruktur ini membawa harapan baru,” tuturnya.
Kunjungan dua menteri tersebut ditutup dengan paparan teknis tahapan pekerjaan dan evaluasi di lapangan. Pemerintah pusat memastikan seluruh agenda pembangunan tahun 2025 di Blora berjalan sesuai target dan menjadi bagian penting percepatan layanan publik nasional. (AndiZ)