MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

HEADLINE

06 Agustus 2026,    00:22 WIB

KH Marsudi Syuhud Tegaskan Musyawarah Jadi Kunci Kepemimpinan NU, Siap Perkuat Pelayanan Umat


Tim Red

KH Marsudi Syuhud Tegaskan Musyawarah Jadi Kunci Kepemimpinan NU, Siap Perkuat Pelayanan Umat

istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Marsudi Syuhud, menegaskan bahwa organisasi sebesar Nahdlatul Ulama (NU) tidak boleh dijalankan berdasarkan kehendak satu orang. Menurutnya, seluruh kebijakan strategis harus dibangun melalui mekanisme musyawarah, dialog, dan kepemimpinan kolektif demi menjaga persatuan organisasi sekaligus memperkuat pelayanan kepada umat.

Pernyataan tersebut disampaikan KH Marsudi menjelang pelaksanaan Muktamar NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur. Ia menilai dinamika menjelang muktamar menjadi momentum penting untuk menghadirkan gagasan-gagasan pembaruan yang tetap berpijak pada nilai-nilai dasar NU.

"Organisasi tidak bisa dijalankan sendirian dan dianggap sebagai milik pribadi. Semua keputusan harus dibangun melalui musyawarah. Jika semuanya hanya berdasarkan instruksi dan hak veto, tujuan awal yang baik bisa berubah menjadi persoalan," ujar KH Marsudi.

Menurutnya, kekuatan utama NU selama ini terletak pada tradisi musyawarah yang diwariskan para ulama. Perbedaan pandangan harus dipandang sebagai kekayaan organisasi, bukan sebagai alasan untuk saling menjatuhkan.

Ia menegaskan bahwa organisasi sebesar NU harus tetap mengedepankan dialog, saling menghormati, dan mendengarkan seluruh aspirasi pengurus agar setiap keputusan menjadi keputusan bersama yang mampu memperkuat organisasi.

Selain menekankan tata kelola organisasi, KH Marsudi juga menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi ukuran utama keberhasilan NU. Menurutnya, NU harus hadir memberikan manfaat nyata di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dakwah, dan sosial sehingga keberadaannya tetap relevan di tengah masyarakat.

Apabila memperoleh amanah memimpin PBNU, KH Marsudi menyatakan akan memprioritaskan penguatan sistem organisasi yang lebih tertata, transparan, dan akuntabel. Ia juga ingin memperkuat kemandirian ekonomi warga NU melalui pengembangan potensi ekonomi umat, mempercepat digitalisasi organisasi, serta memperkuat kaderisasi generasi muda NU.

Di bidang kepemimpinan, Marsudi menilai seorang pemimpin tidak boleh berjalan sendiri maupun merasa paling benar. Pemimpin harus mampu mendengar kritik, menerima masukan, dan merangkul seluruh elemen organisasi agar semangat kebersamaan tetap terjaga.

KH Marsudi juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan agar organisasi tidak bergantung pada figur tertentu. Menurutnya, kaderisasi yang berkelanjutan menjadi syarat agar NU mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai organisasi yang berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

Dalam kesempatan tersebut, Marsudi turut mengenang perjalanan pengabdiannya di lingkungan pesantren dan NU. Ia mengaku banyak belajar mengenai kepemimpinan dari Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) serta pengembangan pesantren dari KH Nur Muhammad Iskandar. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting dalam membangun organisasi yang profesional namun tetap berakar pada tradisi pesantren.

Menutup keterangannya, KH Marsudi mengajak seluruh warga Nahdliyin menjaga persatuan menjelang Muktamar NU. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU harus mendapat dukungan bersama demi memastikan NU terus memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara. ***