MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

FOKUS

11 Juni 2026,    22:36 WIB

Ratusan Pemedek Padati Puncak Pujawali di Merajan Suci Kedhatuan Agung Alang Sanja


JroBudi

Ratusan Pemedek Padati Puncak Pujawali di Merajan Suci Kedhatuan Agung Alang Sanja

istimewa

Bangli-Mediaindonesianews.com: Rangkaian puncak Karya Pujawali di Merajan Suci Kedhatuan Agung Alang Sanja, Desa Bebalang, Kabupaten Bangli, berlangsung khidmat dan dipadati ratusan pemedek yang datang dari berbagai banjar dan pesemetonan, Rabu (10/6/2026). Kehadiran umat yang memadati area pura mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti persembahyangan dan rangkaian upacara suci.

Puncak pujawali dipuput oleh dua sulinggih, yakni Ida Ratu Nabe Ida Sri Begawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun Kedhatuan Kawista Belatungan, Tabanan, dan Ida Sri Begawan Dwija Giri dari Griya Saba, Ketewel, Gianyar. Prosesi berlangsung dengan penuh kekhusyukan sejak awal hingga akhir pelaksanaan.

Sejumlah tokoh adat dan unsur masyarakat turut hadir dalam upacara tersebut, termasuk tokoh Puri Agung Denpasar Bangli Anak Agung Mangku Gede Wiraguna. Selain itu, tampak pula jajaran prajuru Desa Adat Bebalang, bendesa adat, kelihan adat, kelihan tempek, pecalang, serta sekitar 100 pinandita atau pemangku yang ikut mengiringi jalannya upacara.

Diperkirakan lebih dari 400 pemedek menghadiri puncak karya untuk menghaturkan sembah bhakti dan doa kepada Ida Bhatara yang distanakan di Merajan Suci Kedhatuan Agung Alang Sanja. Mereka datang dari berbagai wilayah dan banjar sebagai bagian dari sisya maupun penyungsung Kedhatuan Agung Alang Sanja.

Suasana religius semakin terasa dengan iringan tabuh Gong Gede yang dibawakan Sekaa Gong Banjar Tegal serta tabuh gong suling dari Sanggar Kumara Jaya Bebalang. Berbagai tari wali dan tari sakral, seperti Tari Topeng Sidakarya, Tari Pendet, Tari Rejang Sari, Tari Rejang Dewa, hingga pertunjukan wayang kulit, turut dipersembahkan sebagai bagian dari rangkaian yadnya.

Selain menjadi momentum persembahyangan bersama, pujawali juga menjadi ajang mempererat tali persaudaraan di antara para pemedek yang datang dari berbagai daerah. Setelah seluruh rangkaian persembahyangan selesai dan umat menerima tirta, panitia menyuguhkan hidangan atau paica kepada para pemedek, menciptakan suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Sejumlah umat yang hadir mengaku bersyukur dapat mengikuti puncak pujawali secara langsung dan berharap kegiatan keagamaan tersebut terus menjadi sarana memperkuat nilai-nilai spiritual, persaudaraan, serta pelestarian tradisi dan budaya Hindu di Kabupaten Bangli.

Pelaksanaan pujawali di Merajan Suci Kedhatuan Agung Alang Sanja berlangsung tertib, khidmat, dan mendapat partisipasi luas dari masyarakat, sekaligus menegaskan peran penting tradisi keagamaan dalam menjaga keharmonisan sosial dan budaya di tengah kehidupan masyarakat Bali.(JB)