BREAKING NEWS
Istimewa
Malang-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan nasional harus diawali dengan kepastian hukum atas kepemilikan dan pemanfaatan tanah. Hal itu disampaikannya saat mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam kegiatan Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).
Dalam kesempatan tersebut, Nusron menekankan bahwa sektor pertanian membutuhkan jaminan kepastian hukum agar petani memiliki rasa aman dalam mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan.
"Bagi kami, ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari kepastian hukum atas tanah," ujar Nusron melalui akun Instagram resminya.
Menurutnya, peran Kementerian ATR/BPN tidak hanya sebatas memberikan legalitas hak atas tanah, tetapi juga memastikan penataan ruang berjalan selaras dengan upaya menjaga keberlanjutan lahan pertanian.
Ia mengatakan perlindungan terhadap lahan produktif menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
"Kami berkomitmen untuk memastikan setiap jengkal lahan produktif dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai fondasi menuju swasembada pangan dan kedaulatan pangan Indonesia," katanya.
Panen Raya TNI yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto tersebut dilaksanakan secara serentak di 43 titik di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat produksi pertanian nasional sekaligus mempercepat pencapaian target swasembada pangan.
Menteri Nusron menilai keberhasilan penyelenggaraan panen raya merupakan hasil sinergi berbagai kementerian, lembaga, TNI, pemerintah daerah, dan para petani dalam mendukung pembangunan sektor pertanian.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat hilirisasi hasil panen, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
"Ini wujud nyata sinergi pemerintah dalam meningkatkan produksi, memperkuat hilirisasi, serta menghadirkan kesejahteraan yang lebih baik bagi para petani," ujarnya.
Dalam panen raya di Kota Malang, berbagai komoditas strategis berhasil dipanen, antara lain padi, tebu, dan kedelai, yang menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih serta pejabat pemerintah pusat dan daerah. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian melalui sinergi kebijakan, mulai dari perlindungan lahan, kepastian hukum pertanahan, hingga peningkatan produktivitas pertanian sebagai fondasi menuju kedaulatan pangan Indonesia.***