BREAKING NEWS
istimewa
Denpasar-Mediaindonesianews.com: Masyarakat Bali diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dan gempa bumi yang dikeluarkan secara bersama oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali (BPBD Bali).
Berdasarkan data BMKG, terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,1 di perairan dekat Pulau Bali. Meski gempa dengan magnitudo di bawah 6,0 umumnya tidak menimbulkan kerusakan signifikan, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta memastikan kondisi bangunan tempat tinggal dalam keadaan aman.
Selain aktivitas seismik, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku mulai pukul 03.15 hingga 07.00 WITA, Selasa (24/02/2026). Peringatan tersebut mencakup potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Wilayah yang diprakirakan terdampak antara lain Kabupaten Badung (Kuta, Kuta Selatan, Kuta Utara), Kabupaten Klungkung (Nusa Penida), serta Kota Denpasar (Denpasar Utara, Denpasar Selatan, Denpasar Barat, Denpasar Timur). Kondisi cuaca berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lain seperti Kabupaten Tabanan, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Karangasem.
BPBD Bali mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait, serta mempersiapkan perlengkapan darurat seperlunya. Warga juga diimbau menghindari aktivitas di daerah rawan bencana seperti bantaran sungai, lereng curam, maupun kawasan pesisir saat kondisi cuaca tidak bersahabat.
Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat angin kencang juga menjadi perhatian. Bagi masyarakat yang hendak bepergian, disarankan untuk memeriksa kondisi cuaca dan jalur perjalanan guna meminimalkan risiko.
Apabila terjadi kondisi darurat, masyarakat diminta segera menghubungi aparat setempat atau BPBD Bali untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pemerintah berharap kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat dapat meminimalkan dampak bencana yang mungkin terjadi. (JroBudi)