MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

BREAKING NEWS

14 Februari 2026,    13:20 WIB

LD Jungutbatu Susun RKPS 2025–2034, Wisata Mangrove Nusa Lembongan Ditargetkan Dongkrak Ekonomi Warga


JroBudi

LD Jungutbatu Susun RKPS 2025–2034, Wisata Mangrove Nusa Lembongan Ditargetkan Dongkrak Ekonomi Warga

istimewa

Klungkung-Mediaindonesianews.com: Lembaga Desa (LD) Jungutbatu menyusun Rencana Kerja Perhutanan Sosial (RKPS) periode 2025–2034 sebagai langkah strategis pengelolaan hutan desa sekaligus pengembangan wisata mangrove berkelanjutan di Nusa Lembongan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi peta jalan pengelolaan kawasan mangrove selama satu dekade ke depan dengan target peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

LD Jungutbatu Susun RKPS 2025–2034, Wisata Mangrove Nusa Lembongan Ditargetkan Dongkrak Ekonomi Warga

Ketua LD Jungutbatu, I Nyoman Tirtha yang akrab disapa Pak Kuru, menyatakan pengembangan wisata mangrove tidak hanya berorientasi pada keindahan alam, tetapi juga pada aspek konservasi dan dampak ekonomi langsung bagi warga.

“Kami ingin wisata mangrove ini memberi nilai tambah bagi masyarakat, baik melalui edukasi lingkungan maupun peningkatan pendapatan,” ujarnya, Jum’at (13/2)

Penyusunan RKPS melibatkan berbagai pemangku kepentingan melalui Focus Group Discussion (FGD), termasuk perwakilan dari Balai Perhutanan Sosial Denpasar, Kesatuan Pengelolaan Hutan Bali Selatan, serta Pemerintah Desa Jungutbatu. Kolaborasi ini dilakukan guna memastikan dokumen perencanaan bersifat komprehensif dan selaras dengan kebijakan kehutanan nasional.

RKPS 2025–2034 mencakup tiga aspek utama, yakni kelola kawasan, kelola kelembagaan, dan kelola usaha. Dalam pengembangannya, LD Jungutbatu mengadopsi model destinasi berbasis pengalaman dan nilai (Experiential & Value-Based Tourism Model) untuk memperkuat daya tarik wisata sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem.

Sejumlah program prioritas disiapkan, antara lain perlindungan dan rehabilitasi ekosistem mangrove, penataan jalur wisata seperti trekking dan pengamatan burung (bird watching), pembangunan pusat edukasi mangrove, pengembangan usaha wana mina berbasis perikanan berkelanjutan, serta pengembangan wellness tourism berbasis alam.

Langkah ini sejalan dengan visi “Hutan Lestari – Masyarakat Sejahtera” yang dicanangkan LD Jungutbatu. Dengan pengelolaan terarah dan partisipatif, kawasan mangrove di Nusa Lembongan diharapkan mampu menjadi destinasi unggulan berbasis konservasi sekaligus motor penggerak ekonomi desa secara berkelanjutan. (JroBudi)